20200205_CT_Patah-Hati_Cover-Blog.jpg

Patah Hati Ternyata Berbahaya untuk Kesehatan, Yuk Move On dengan Cara Ini!  

5 FEBRUARI 2020

Secara alamiah, patah hati memang bisa sangat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Saat Sista baru putus atau mengalami kegagalan cinta, otak akan bereaksi mengirimkan sinyal yang membuat kondisi mental menjadi kacau dan nggak bisa berpikir secara normal. Bahkan nih, menurut artikel yang pernah dirilis dalam

Psychology Today,

disebutkan bahwa reaksi yang dikeluarkan oleh otak saat patah hati rupanya nggak jauh berbeda dengan reaksi saat seseorang mengalami kondisi sakau akibat kecanduan narkotika. Alhasil, seseorang akan lebih rentan merasa nggak berdaya, tertekan, hingga ‘kesakitan’.  

StoryGraphics-enneagram.jpg

Tapi, yang nggak banyak orang tahu, tekanan secara emosional tersebut pada akhirnya juga bisa berujung pada berbagai masalah kesehatan. Iya Sis, bermula dari patah hati, kondisi fisik Sista juga rupanya bisa ikut terganggu, lho. Hal ini terjadi karena perubahan reaksi otak akhirnya juga akan menyebabkan berubahnya kinerja beberapa sistem dalam tubuh. Supaya makin menyadari bahaya patah hati dan bisa mendorong diri agar nggak berlama-lama terjebak dalam kegalauan, ketahui yuk masalah fisik apa aja yang bisa muncul akibat kondisi satu ini. Tentunya, Sorabel juga udah menyiapkan tips

move on

efektif yang bisa Sista coba. Selamat berjuang melupakan patah hati!

Masalah Kesehatan yang Bisa Muncul Akibat Patah Hati

1. Gangguan Pencernaan

Saat patah hati, ada dua reaksi perubahan pola makan yang umum terjadi. Sebagian orang cenderung menjadi nggak bernafsu untuk makan, sementara sebagian lainnya justru akan memiliki nafsu makan yang sangat tinggi sebagai pelampiasan rasa stres dan tertekan. Masalahnya, kedua perubahan ini sama-sama bisa berdampak buruk bagi sistem pencernaan Sista. Menurunnya nafsu makan secara otomatis akan menyebabkan sistem pencernaan terus bekerja tanpa ada makanan yang dicerna. Alhasil, Sista akan rentan mengalami mag, iritasi usus, dsb. Sebaliknya, makan secara kompulsif dalam jumlah banyak juga kurang baik bagi tubuh, karena bisa menyebabkan sistem pencernaan menjadi ‘kewalahan’ dan nggak bisa bekerja dengan maksimal. Hasilnya, masalah seperti diare, kembung, hingga meningkatnya asam lambung juga bisa terjadi. 

0 Komentar • 0 Suka
Sedang memuat…