20200220_CT_Etika-Ditempat-Kerja_Cover-Blog.jpg

5 Etika Komunikasi di Tempat Kerja yang Wajib Diketahui Wanita Karir! 

20 FEBRUARI 2020

Di tempat kerja, secara otomatis kita dituntut untuk selalu bertemu dengan banyak orang. Dengan banyaknya kepala yang memiliki pemikiran, prinsip, dan cara pandangnya masing-masing, peluang munculnya perbedaan pendapat atau kesalahpahaman juga sangat rentan terjadi. Jika nggak berhati-hati, jangan terkejut jika kondisi silang pendapat semacam ini akan menjebak Sista pada konflik yang melibatkan banyak pihak, mulai dari rekan setim, atasan, bahkan klien.  

6af4e2a4-0290-42dd-830a-f325a4b8de9b.jpg

Nah, di sinilah kemampuan dan etika komunikasi yang baik menjadi sangat dibutuhkan. Dengan

communication skill

mumpuni, Sista bisa menjadi lebih tahu bagaimana harus menempatkan diri dan menyampaikan aspirasi secara profesional namun tetap penuh simpati. Buat Sista yang saat ini sedang menjalani peran sebagai wanita karir, pastikan untuk selalu mengingat 5 etika komunikasi di tempat kerja ini ya sebagai ‘bekal’ sebelum berangkat ke kantor setiap hari!  

1. Bijak dalam Memberi Feedback

9f44df8f-4d5f-4949-bdf3-bd36a26b4d7b.jpg

Sama seperti prinsip yang berbeda-beda, setiap individu juga pasti memiliki cara dan versinya masing-masing dalam memaknai sesuatu. Nggak heran, kalau sebuah

project

atau tugas tim yang sudah didiskusikan dan di-

brief

 matang sekalipun, terkadang masih bisa meleset dari hasil akhir yang dibayangkan. Kalau sudah begini, saling menyalahkan antar rekan kerja adalah hal pertama yang harus banget dihindari. Dalam situasi tersebut, sebenarnya memang sama sekali nggak ada yang salah, kok. Sista berhak memiliki target dan bayangan tertentu, begitupun dengan rekan kerja Sista, sah-sah aja melakukan eksekusi dan memaknai

brief

berdasarkan pemahaman dan cara pandang mereka. 

Daripada saling menyalahkan dan membuat situasi makin rumit, yuk mulai ciptakan budaya saling memberi timbal balik alias

feedback. Yes,

memendam sesuatu emang nggak akan menghasilkan efek apa-apa, Sis. Kalau ada cara kerja, proses eksekusi, atau sikap rekan kerja yang dianggap kurang tepat, sampaikan saja secara langsung padanya. Dengan begitu, kalian bisa bersama-sama menentukan jalan tengah terbaik sebagai solusinya. Tentu saja, cara pemberian

feedback-

nya pun perlu diperhatikan, ya. Metode pemberian

feedback

yang baik adalah dengan menanyakan terlebih dahulu perspektif pihak lain supaya kita bisa tahu latar belakang keputusan atau proses kerja yang ia buat, menggunakan kalimat menyarankan alih-alih menyalahkan, dan biasakan juga untuk menyampaikannya secara langsung buat menghindari kesalahpahaman.   

0 Komentar • 0 Suka
Sedang memuat…