kebiasaan-baik-dan-positif-yang-muncul-selama-pandemi-corona.jpg

5 Kebiasaan ‘New Normal’ yang Perlu Tetap Dipertahankan Setelah Pandemi Berlalu

5 Juni 2020

Udah sekitar seminggu belakangan, istilah ‘

new normal’

akrab banget digunakan di mana-mana. Nonton TV ada kata-kata

new normal

yang disebutkan oleh pembawa berita

,

buka internet

headline

berita

online

juga dipenuhi istilah

new normal,

bahkan saat

scrolling

media sosial pun istilah satu ini nggak ketinggalan muncul di status banyak orang. Lantas, apa sih sebenarnya

new normal

itu? Kalau mengacu pada definisi pemerintah,

new normal

lebih merujuk pada tatanan kehidupan baru yang mengajak masyarakat buat hidup ‘berdampingan’ sama pandemi

corona

yang sebenarnya belum berlalu.

Yes,

karena berbagai alasan sosial sampai ekonomi, pemerintah pengen kita nggak terus-terusan menjalani masa karantina, tapi mulai menjalani kehidupan normal dengan berbagai protokol kesehatan dan keamanan tertentu.

Tapi, semenjak munculnya

COVID-19 sebagai masalah global

, frasa

new normal

sebenarnya juga bisa diartikan sebagai perubahan perilaku manusia yang diakibatkan oleh adanya situasi-situasi khusus. Alhasil, hal-hal yang sebelumnya mungkin dianggap asing dan nggak biasa, lama-kelamaan justru menjadi sebuah kenormalan yang kompak dilakukan oleh banyak orang. Kabar baiknya, selama dua bulan lebih menjalani

physical distancing,

ternyata ada banyak konsep ‘

new normal’

yang super positif dan bakal keren banget kalau bisa terus kita pertahankan bahkan setelah pandemi ini berlalu. Apa aja ya kebiasaan-kebiasaan baik yang tanpa disadari udah muncul di tengah masyarakat selama masa sulit ini? 

1. Kebersihan Adalah Tanggung Jawab Setiap Insan

new-normal-adalah-menjaga-kebersihan.png

Banyaknya poster dan tulisan ‘dilarang buang sampah sembarangan’ yang masih umum kita temukan dimana-mana, menjadi bukti kalau kebersihan jadi salah satu isu yang belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat negeri ini. Tapi, kesadaran buat menjaga kebersihan itu tiba-tiba meningkat drastis semenjak

virus

corona

mulai menyebar di hampir seluruh negara dunia, tak terkecuali Indonesia. 

Kalau biasanya kita cuek langsung makan tanpa repot-repot memperhatikan pentingnya cuci tangan, sekarang bahkan masuk rumah pun kita langsung refleks pergi ke kamar mandi atau

at least

menuangkan

hand sanitizer.

Yang biasanya malas-malasan membersihkan rumah, sekarang jadi parno kalau belum menyemprotkan cairan desinfektan. Kalau kebiasaan menjaga kebersihan ini terus dipertahankan, mungkin masalah diare,

stunting,

sampai banjir juga kelak nggak akan lagi terlalu sering menghiasi pemberitaan? 

2. Empati & Tolong Menolong Itu Belum ‘Punah’

apa-yang-dimaksud-dengan-new-normal-tolong-menolong-empati.jpg

Siapa pun yang pernah mendapatkan pelajaran kewarganegaraan atau PKN semasa sekolah pasti udah nggak asing dengan petuah tolong menolong yang nggak henti diajarkan pada kita. Masalahnya, meski istilah empati dan menolong udah akrab banget didengar di telinga, nggak banyak kesempatan buat kita melihat sendiri dua hal ini umum dipraktikkan di hari-hari biasa.

But, ‘thanks to’

pandemi COVID-19, kita akhirnya sama-sama diajak menyaksikan kalau empati dan kemauan menolong ternyata emang masih benar-benar ada dan melekat di diri banyak orang. 

Lewat aksi sesimpel saling mempromosikan barang dagangan di Instagram, menahan diri buat mudik karena memikirkan kesehatan keluarga di kampung halaman, sampai saling menguatkan lewat karya dan kepedulian, kita sekarang bisa menghela napas lega bahwa empati ternyata memang belum punah. Tentu aja, kalau nggak pengen sifat ini menjadi barang langka, kita juga harus tetap mempertahankannya bahkan setelah pandemi ini sudah sirna. 

0 Komentar • 0 Suka
Sedang memuat…