20200116_CN_Mental-Illness_SB-BLOG-1.jpg

Tingkatkan Awareness, Yuk Pahami Macam-Macam Mental Illness di Sekitar Kita! 

17 JANUARI 2020

Mendengar kata

mental illness,

apa sih yang langsung muncul di benak Sista? Diakui atau tidak, banyak orang masih sering mengidentikkan kondisi ini dengan konsep kehilangan kewarasan secara keseluruhan.

Little did you know,

penyakit mental ternyata memiliki definisi yang jauh lebih luas dan beragam daripada itu. Nggak hanya selalu merujuk pada mereka yang hilang akal dan dirawat di rumah sakit jiwa, perilaku atau kecenderungan pemikiran yang dialami sehari-hari juga bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan mental. 

Mungkin masih hangat di ingatan bagaimana tiga bintang populer

Kpop

yakni Jonghyun SHINee, Sulli F(x), dan Goo Ha-ra Kara mengakhiri hidupnya akibat depresi. Jika dilihat dari luar, mereka memang tampak sangat baik-baik saja. Tapi kondisi mental yang sudah sangat menekan membuat kasus bunuh diri akhirnya terjadi. Tanpa disadari, hal yang sama bisa saja juga terjadi pada orang-orang di sekitar kita. Supaya Sista bisa menjadi

support system

yang baik bagi diri sendiri maupun mereka yang membutuhkan dukungan, yuk kenali dulu jenis-jenis

mental illness

yang umum terjadi di sekitar kita!  

1. Social Anxiety Disorder

Pernah menemui seseorang yang terlihat menyendiri dan kesulitan membaur dengan orang-orang sekitar? Stop, jangan buru-buru menilainya sebagai pribadi yang anti-sosial atau sombong. Bisa jadi, mereka mengalami suatu kondisi gangguan mental yang disebut sebagai

social anxiety disorder.

Orang-orang yang mengalami kondisi ini biasanya akan memiliki rasa takut berlebihan atas penilaian dari orang-orang di sekelilingnya. Nggak hanya itu, tanpa bisa dikontrol mereka juga akan merasa bahwa setiap yang dilakukan akan diperhatikan, dilihat, dan dinilai oleh orang lain. Hal ini sering membuat penderitanya merasa

awkward,

gugup, dan akhirnya takut membuka diri pada orang lain. 

young-woman-social-anxiety-768 (1).jpg

Percaya deh, jauh di dalam lubuk hatinya, para penderita

social anxiety disorder

juga umumnya sangat ingin bisa terbuka dan leluasa bergaul. Jadi, alih-alih mengeluarkan komentar-komentar miring atas kecanggungan yang ditunjukkan, akan jauh lebih baik jika Sista bisa menjadi ‘jembatan’ yang membantunya beradaptasi dengan lingkungan. Siapa yang tahu kalau satu saja komentar negatif dari Sista bisa membuatnya semakin merasa tertekan dan depresi?  

0 Komentar • 0 Suka
Sedang memuat…