20200223_Blog-Miss-Sorabel_SB-BLOG.jpg

Miss Sorabel Diary Part 5: Stop ‘Berburuk Sangka’, Tips Biar Nggak Canggung Saat Beradaptasi!

23 FEBRUARI 2020

Dear diary,

Rasanya baru kemarin masuk di tahun 2020, tahu-tahu sekarang bulan Februari udah mau berlalu.

Time indeed flies so fast.

Agak kaget juga sih waktu ingat kalau itu artinya udah hampir setengah tahun juga aku merantau ke Jakarta. Bulan-bulan yang

exciting

dan menyenangkan, tapi juga cukup menantang karena lagi-lagi aku harus melewati masa adaptasi.

Hmmm,

sekarang aku jadi makin sadar, kalau adaptasi itu kayaknya emang merupakan sebuah proses yang akan terus terjadi dalam hidup, ya. Makin jauh kita berkarir, akan makin besar juga keharusan buat ketemu sama orang-orang baru.

But no, I am not complaining.

Menurutku proses adaptasi itu justru menarik,

in many special ways.

Sejauh ini, aku juga bersyukur banget nggak mengalami banyak kesulitan berarti saat harus ketemu sama orang-orang baru. Buat berbagi sekaligus mengingatkan diriku sendiri kalau adaptasi itu adalah proses yang harus banget dinikmati, boleh kan aku menuliskan pengalaman sekaligus tips-tips adaptasi ala Viola yang (

hopefully)

juga bisa bermanfaat buat siapa aja yang kebetulan baca tulisan ini? 

Supel Bukan Berarti Nggak Nervous!

Banyak orang bilang, aku termasuk orang yang cukup supel dan bisa cepat berbaur sama lingkungan. Mungkin ini bawaan, karena dari kecil aku emang suka kalau ketemu orang. Pas kecil, aku ngerasa asyik aja gitu waktu ketemu orang baru, soalnya bisa sekalian ketemu lagi sama karakter yang beda-beda. Ada yang lucu, ada yang royal, ah seru banget lah! Nah, karena sifat yang dasarnya emang suka bergaul ini, banyak yang mungkin mengira kalau aku sama sekali nggak takut waktu harus berpindah tempat dan masuk di lingkungan baru. Padahal, tentu aja nggak kayak gitu!

Aku rasa,

nervous

waktu mau berpindah lingkungan itu adalah hal yang super manusiawi dan pasti pernah dialami setiap orang. Menurutku, ini udah bukan lagi tentang embel-embel ‘si

introvert’

atau ‘si

extrovert’

sih, tapi ada kalanya semua orang emang pasti pernah merasa deg-degan dan khawatir, meski dalam level dan kadar yang berbeda-beda. Walaupun

overall

aku senang ketemu orang baru, ada waktunya aku juga harus melewati proses adaptasi yang cukup ‘sulit’ dan bikin

nervous.

Salah satunya, adalah di masa-masa perpindahan dari SMP ke SMA. 

Alkisah, dulu aku masuk ke SMA yang sama sekali nggak ada temen yang kukenal. Beneran cuma aku sendiri aja yang berasal dari SMP-ku. Di sisi lain, anak-anak yang lain pasti punya

at least

beberapa teman SMP-nya, sehingga udah ada yang kenal. Kondisi itu sempat bikin aku bingung juga di awal-awal, sampai akhirnya milih buat lebih banyak diam. Tapi terus aku sadar, kalau rasa

nervous

dan canggung kayak gitu nggak boleh dibiarin berlarut-larut. Takutnya kalau dibiarkan, kita sendiri yang akhirnya jadi nggak pede dan malah mengucilkan diri. Kita anggap orang-orang yang nggak bisa menerima kita, padahal sebenarnya justru kita sendiri yang dari awal nggak mau dan nggak berusaha nyebur ke lingkungan mereka. 

Kalau prinsipku sih,

it’s okay

buat diam dulu di awal-awal, tapi bukan dengan tujuan menarik diri. Saat ‘diam’ itu, justru manfaatkan buat mengamati dan menjadi peka. Karena kepekaan inilah yang bakal bantu kita buat cepat tahu lingkungan baru kita itu gimana, dan akhirnya bisa menempatkan diri dengan cara yang tepat pula. Dengan bekal prinsip itu, terbukti akhirnya aku bisa

mingle

dengan cukup baik dan memanfaatkan waktu MOS buat kenalan sama beberapa orang. Nah waktu ternyata mereka ngerasa cocok sama aku, akhirnya aku dikenalin lagi ke teman-teman mereka yang lain. Pelajarannya, selama kita nggak menarik diri, lama-kelamaan teman pasti akan bertambah dengan sendirinya kok walaupun kita ada di lingkungan yang

totally

baru. Viola udah membuktikannya, haha! :p 

0 Komentar • 0 Suka
Sedang memuat…