20200308_CT_MissSorabelDiary6_BL.jpg

Miss Sorabel Diary Part 6: Di Mataku, Setara Buat Wanita Itu....

8 MARET 2020

Dear diary, 

Tebak hari ini hari apa?

Yep, here comes the International Women’s Day

(IWD)

!

Yah, meskipun aku belum pernah ikutan

Women’s March

atau bentuk-bentuk perayaan lain, tetap aja sebagai cewek aku

excited

banget dong menyambut tanggal 8 Maret ini. Senang aja gitu lihat wanita masih bisa sama-sama bersuara menyampaikan keresahan, unek-unek, dan aspirasinya.

Ssst,

Sista juga bisa lho ikutan menyampaikan opini dan

concern

dengan ikutan

giveaway

Saat Wanita Bicara dari Sorabel.

Cek caranya di sini, yuk

!

Oh ya

,

ngomongin soal Hari Perempuan Internasional, kita pasti juga nggak bisa lepas dari obrolan seputar kesetaraan. Karena

dilihat dari sejarahnya

, peringatan IWD sendiri bisa muncul karena wanita-wanita di masa lalu berjuang menyuarakan haknya biar dianggap setara. Mumpung

diary

ini kutulis bertepatan sama momen Hari Perempuan Sedunia,

from the very humble opinion of me,

boleh kan aku ikut

sharing

pendapat dan pandanganku soal konsep kesetaraan? Karena setara buat wanita itu menurutku……. 

8 Maret Itu Momentum, Setara Itu Setiap Hari! 

Kalau ditanya apakah

International Women’s Day

masih penting dirayakan sampai sekarang, tentu tanpa ragu aku bakal bilang ‘iya!’. Tapi kalau mau coba direnungi lebih jauh, bukan kah tanggal 8 Maret sebenarnya nggak ada bedanya dari hari-hari biasa? Sama kayak Hari Valentine yang menandai hari kasih sayang padahal

in fact

kita emang harus berbagi cinta setiap hari, begitu juga momen perayaan Hari Perempuan Sedunia ini menurutku. Peringatan IWD jelas penting, karena ini adalah momentum di mana kita sebagai wanita bisa lebih ‘disadarkan’ dan diingatkan lagi kalau perempuan emang udah seharusnya dianggap

equal.

Istilahnya nih, hari ini jadi waktunya di mana kita dikasih wadah buat kembali bersuara. 

Tapi, yang perlu dijadikan

concern

bersama, jangan sampai kita sebagai wanita cuma ingat hak buat diperlakukan secara

equal

ini dalam sehari aja. Sayang aja nggak sih kalau kita udah ramai-ramai turun ke jalan dan menyuarakan opini, tapi di kehidupan sehari-hari malah kita sendiri yang secara nggak sadar ‘lupa’ kalau semua manusia emang setara, terlepas dari apa pun

gender-

nya.

That’s why,

menurutku pribadi, perayaan IWD yang paling tepat itu adalah dengan memaknai dimulai dari masing-masing pribadi dulu. 

Iya, kitalah sebagai wanita yang perlu terus ingat buat berani bersuara, nggak membatas-batasi diri, dan nggak ragu menyampaikan pikiran kalau diperlakukan nggak adil dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai juga kita teriak menyuarakan kesetaraan, kalau dari dalam diri masih sering mikir ‘

ah aku kan cewek, harusnya gini harusnya gitu’.

Jadi kalau ditanya cara paling tepat buat merayakan hari ini, maka stop membatasi diri dan berhenti juga membatas-batasi orang lain untuk menjadi dirinya sendiri, mungkin adalah hal paling pertama yang perlu diberlakukan dalam

society.

0 Komentar • 0 Suka
Sedang memuat…