perbedaan-nyeri-haid-normal-dan-tidak-normal.jpg

Kapan Nyeri Haid Tergolong Nggak Normal dan Perlu Diperiksakan ke Dokter? 

24 MARET 2020

Saat lagi mendapatkan tamu bulanan alias menstruasi, jangan ditanya gimana

mood

para perempuan. Bisa naik turun banget kayak

roller coaster!

Selain karena emang disebabkan oleh perubahan hormon, datangnya rasa nyeri di area perut yang kadang sangat nggak tertahankan juga bikin para wanita makin ‘sensi’ dan gampang marah. Nah, apakah Sista termasuk deretan wanita yang nggak pernah absen mendapatkan nyeri perut saat masa haid tiba? Wajar nggak sih sebenarnya sering merasakan nyeri haid kayak gitu? Jawabannya, bisa jadi wajar dan bisa jadi juga tidak! Biar Sista nggak meremehkan dan bisa segera melakukan pemeriksaan kalau emang diperlukan, yuk ketahui dulu perbedaan nyeri haid yang normal dan yang nggak normal berikut ini!

Nyeri Haid Itu Sebenarnya Wajar, Asalkan….. 

perbedaan-nyeri-haid-normal-dan-nggak-normal.jpg

Kalau Sista sering merasakan nyeri haid, bahkan hampir setiap bulan ketika masa menstruasi tiba, nggak perlu buru-buru panik atau takut. Soalnya, nyeri menstruasi atau yang dalam istilah kedokteran disebut sebagai dismenore sebenarnya adalah hal yang wajar banget dialami para wanita. Rasa sakit atau kram di area perut hingga pinggang itu sendiri bisa muncul akibat adanya proses peluruhan lapisan rahim. 

Seperti yang diketahui, setiap wanita setiap bulannya pasti mengalami rangkaian proses reproduksi, yang salah satunya berupa produksi sel telur. Secara otomatis pula, rahim wanita secara berkala bakal membentuk sebuah lapisan yang kian menebal, yang dipersiapkan sebagai tempat menempelnya sel telur setelah dibuahi. Tapi, ketika nggak ada proses pembuahan yang kunjung terjadi, lapisan rahim (endometrium) yang sudah terbentuk pun akan perlahan meluruh dan keluar dalam bentuk darah yang kita sebut sebagai menstruasi. Selama proses peluruhan terjadi, rahim akan berkontraksi agar seluruh lapisan yang ada bisa ‘diruntuhkan’ dengan sempurna. Nah, proses kontraksi rahim inilah yang menyebabkan area sekitar perut, pinggang, dan panggul menjadi nyeri dan sakit. 

dismenore-primer-atau-nyeri-haid-primer-adalah.jpg

Rasa sakit dan nyeri yang muncul karena proses biologis berupa peluruhan lapisan rahim tersebut biasa disebut sebagai

dismenore primer.

Efek nyeri yang muncul pun bisa berbeda-beda buat setiap orang, dan umumnya tergantung pada kadar hormon prostaglandin yang dilepaskan oleh tubuh. FYI, prostaglandin adalah hormon yang ikut diproduksi saat proses peluruhan berlangsung, dan berperan memicu munculnya rasa sakit dan peradangan. Makin banyak kadar hormon prostaglandin yang dilepaskan, bakal makin tinggi juga intensitas rasa sakit yang dirasakan.

Anyway,

karena terjadi akibat bagian dari proses biologis, dismenore primer nggak perlu terlalu Sista khawatirkan. Beberapa ciri dismenore primer yang menandakan kalau nyeri haid tersebut tergolong normal, di antaranya: 

  • Terjadi secara teratur tiap bulan, dan biasanya sudah dirasakan sejak awal Sista mendapatkan menstruasi. 

  • Biasanya terjadi selama 2-3 hari selama siklus menstruasi.

  • Rasa nyeri dan sakitnya mudah reda dan mudah diatasi (dengan kompres air hangat hingga minum obat pereda nyeri). 

  • Rasa sakitnya nggak selalu muncul seharian, sehingga Sista masih bisa beraktivitas. 

  • Ditandai dengan datangnya rasa kram di perut bagian bawah, yang juga bisa menyebar hingga ke area punggung, panggul, hingga paha. 

Kalau nyeri haid yang Sista rasakan sesuai sama beberapa ciri yang Sorabel sebutkan di atas, artinya Sista nggak perlu terlalu panik. Sebab, nyeri yang berulang muncul setiap menstruasi tersebut emang disebabkan karena reaksi alami tubuh Sista. Iya sih, nggak semua wanita sering mengalami dismenore primer, tapi bukan berarti Sista bisa dianggap nggak normal saat mengalaminya. Secara umum, emang ada beberapa kelompok wanita yang lebih rentan mengalami dismenore primer, misalnya wanita yang mendapatkan mens pertama di usia sangat muda (di bawah 12 tahun), punya riwayat keluarga dengan dismenore, punya siklus haid tidak teratur, perokok aktif, dan belum mempunyai anak.

0 Komentar • 0 Suka
Sedang memuat…