5 Jenis Kanker yang Rentan Menyerang Wanita, Sista Wajib Waspada!
03 Januari 2020

Sudah bukan rahasia, jika kanker menjadi salah satu ‘momok’ yang hingga kini kerap menyumbang angka kasus kematian tertinggi di dunia. Di Indonesia sendiri, ada nggak kurang dari 348.809 penderita kanker baru di tahun 2018, berdasarkan data yang dirilis oleh Global Burden Cancer (Globocan). Hal cukup jadi bukti kalau penyakit yang bersumber dari lahirnya sel-sel kanker ini memang menjadi salah satu isu global yang patut diwaspadai. 

The thing is, di antara banyaknya jenis-jenis kanker, ada beberapa yang rupanya rawan dan rentan mengintai kaum wanita nih, Sis. Nggak heran, kalau menurut hasil survei, disebutkan bahwa 1 dari 6 perempuan di dunia berisiko mengalami diagnosa kanker. Dengan segudang fakta di atas, sudah seharusnya Sista sebagai wanita juga mulai waspada dan peduli dengan isu kesehatan satu ini. Agar Sista bisa melakukan antisipasi dini dan meningkatkan awareness, yuk kenali dulu jenis-jenis kanker yang sering menyerang wanita berikut ini! 

1. Kanker Payudara 

Dari 348.809 kasus kanker baru di Indonesia pada tahun 2018, 58.000 kasus di antaranya merujuk pada kanker payudara. Meski pada faktanya juga bisa dialami oleh para pria, tentu saja penderita terbesar jenis kanker ini masih berasal dari kaum wanita. Menyumbang tingkat kematian hingga 21,4 persen, kanker payudara terjadi ketika sel-sel kanker tumbuh di sekitar jaringan payudara, hingga meliputi kelenjar susu dan jaringan payudara. Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker ini meliputi faktor usia, paparan radiasi, obesitas, konsumsi alkohol, hingga riwayat kanker payudara pada keluarga. Untuk melakukan deteksi dini, Sista bisa melakukan beberapa jenis tes kesehatan seperti Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) hingga tes mammogram. 

2. Kanker Serviks 

Jenis kanker yang menyerang leher rahim ini menjadi jenis kanker kedua yang paling sering menyerang wanita di Indonesia. Seorang wanita bisa mengalami kanker leher rahim apabila terinfeksi oleh human papillomavirus atau biasa disebut sebagai virus HPV. Kanker serviks semakin rentan mengintai wanita yang aktif melakukan hubungan seksual, mengingat HPV umumnya juga menular melalui hubungan seks. Untuk mengurangi risiko terjadinya kanker ini, Sista sangat disarankan selalu menjaga kebersihan organ intim, tidak bergonta-ganti pasangan saat melakukan hubungan seksual, hingga mengurangi kebiasaan hidup tidak sehat seperti merokok atau mengonsumsi alkohol. Oh ya, deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan melakukan tes pap smear. Wanita berusia 21 tahun ke atas sebaiknya melakukan tes ini setidaknya setiap dua tahun sekali. 

3. Kanker Rahim 

Nggak hanya menyerang bagian leher rahim atau serviks, sel-sel kanker juga bisa menyerang bagian rahim itu sendiri. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan terjadinya kanker rahim atau biasa disebut juga dengan istilah kanker endometrium pada wanita. Umumnya, sel-sel kanker pada penderitanya akan tumbuh di lapisan dalam rahim, tepatnya di bagian sel yang memproduksi lendir. Jika Sista mengalami pendarahan di vagina meski sedang tidak haid atau sering merasakan nyeri pinggul, nggak ada salahnya untuk mulai waspada dan segera melakukan pemeriksaan. Sebab, hal-hal di atas biasanya menjadi gejala awal munculnya kanker rahim yang mudah diamati. Salah satu prosedur yang kerap dilakukan untuk mengatasi jenis kanker ini, adalah dengan melakukan pengangkatan rahim agar sel-sel kanker nggak menyebar ke bagian lain. 

4. Kanker Ovarium 

Berdasarkan data yang dirilis oleh American Cancer Society, kanker ovarium menjadi penyebab keempat kematian akibat kanker pada wanita di dunia. Masih menyerang sistem reproduksi wanita, jenis kanker ini terjadi apabila sel-sel kanker tumbuh di sekitar jaringan indung telur manusia. Mengingat kanker ovarium lebih sering terjadi pasca-menopause, wanita yang sudah melewati masa ini sangat disarankan melakukan pemeriksaan secara berkala ke dokter untuk melakukan deteksi dini. Namun, nggak menutup kemungkinan kanker ovarium juga bisa menyerang wanita muda, khususnya yang memiliki riwayat keluarga penderita. Beberapa gejala awal yang sering muncul pada penderita kanker ovarium yaitu perut kembung, mual, konstipasi, pembengkakan pada perut, penurunan berat badan, hingga munculnya rasa nyeri saat melakukan hubungan seksual. 

5. Kanker Vulva 

Istilah vulva mungkin masih terdengar asing bagi beberapa orang, padahal bagian tubuh ini menjadi salah satu organ reproduksi penting pada wanita. FYI, vulva adalah bagian organ seksual eksternal wanita, tepatnya daerah luar yang mengelilingi vagina. Dibandingkan jenis-jenis kanker sebelumnya, kasus kanker vulva sebenarnya masih termasuk cukup jarang terjadi. Meski begitu, bukan berarti kanker ini bisa disepelekan. Sebab, gejala kanker vulva umumnya mirip dengan penyakit-penyakit umum, sehingga kerap terlambat disadari. Nggak hanya itu, menurut National Cancer Institute, proses perkembangan sel-sel kanker vulva biasanya terjadi dalam jangka waktu lama dan terbentuk secara perlahan selama beberapa tahun. Hal inilah yang menyebabkan kanker vulva cukup sulit dideteksi secara dini. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai bisa menjadi indikasi kondisi kanker ini misalnya rasa gatal di area luar vagina hingga munculnya benjolan di vulva itu sendiri. 

Jika bisa meningkatkan kewaspadaan dan deteksi sejak dini, mengapa harus menunggu sampai terlambat? Yuk, mulai tingkatkan awareness Sista pada bahaya kanker sejak sekarang. Sama seperti penyakit lain, kanker sebenarnya juga bisa dicegah dan diantisipasi kok, Sis. Selama Sista bisa selalu menerapkan gaya hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, risiko kanker juga bisa ditekan dan dihindari. Bagikan artikel ini pada wanita lain ya agar semua bisa bersama meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian!  

52 SUKA ‧ 42 KOMENTAR
Sedang memuat…

Produk Menarik Buat Sista